Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBD. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Mei 2012
Manusia dan Keadilan
Manusia dan Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Keadilan oleh Plato diproporsikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaanya dikendalikan oleh akal.
Menurut pendapat yang Iebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Keadilan sendiri dapat digolongkan menjadi berbagai macam keadilan
A.Keadilan Legal/Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang
selaras kepada bagian-hagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bila mana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya.
B. Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama .
C. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dari keteitiban dalam masyarakat.
D. KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga beraiti seseorang bersih hatinya dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang beraiti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan nial. Seseorang yang tidak mencapai niatnya berarti mendustai diri sendiri.
E. KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak seupa benar. sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau, orang itu memang dari haltinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha.
F. PEMULIIIAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap balk. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bgai orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada peribahasa berbunyi “dari pada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya.
G. PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya menusia adalah makhluk moral dan maklhluk sosial.
Sumber : Ilmu Budaya Dasar, Manusia Dan Keadilan
Sabtu, 28 April 2012
Manusia dan penderitaan
Manusia dan penderitaan
Penderitaan berasal dan kata derita. Kata derita berasal dan bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup.Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Baik dalam Al Quran maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umunya manusia kurang mempethatikan peirigatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.
Setiap manusia pasti mengalami pendcritaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa,putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan,sesal kemudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”.
Kelanjutan dan sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderìtaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dan kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah.
Sumber : Ilmu Budaya Dasar , Manusia dan Penderitaan
Sabtu, 21 April 2012
Manusia dan keindahan
Manusia dan keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, ataupun cantik. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terkait oleh selera perseorangan , waktu ataupun tempat. Akan sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu, karena jelas keindahan adalah sesutu yang abstrak, keindahan akan jelas apabila kita menggabungkannya dengan sebuah benda ataupun karya, seperti keindahan pada sebuah lukisan , maupun pemandangan alam. Jadi pengertian keindahan sangatlah luas meliputi :
- Keindahan seni
- Keindahan Alam
- Keindahan Moral
- Keindahan Intelektual
Nilai estetik
Dalam teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, keindahan adalah salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah:
- Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya: puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik
- Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik
Lalu mengapa manusia menciptakan keindahan ?
Pada dasarnya keindahan adalah sesuatu yang alamiah.Manusia diciptakan oleh tuhan dengan mempunyai perasaan, dan perasaan itulah yang membuat manusia menciptkan sebuah keindahan untuk sebuah kepuasan, seperti keindahan dalam sebuah puisi, lagu, maupun lukisan.
Sumber : Ilmu Budaya Dasar, Manusia dan Keindahan
Sabtu, 14 April 2012
Manusia dan Cinta Kasih
Manusia dan Cinta Kasih
Manusia adalah salah satu makluk tuhan yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk
lainnya.Perbedaan yang paling mendasar yang sangat terlihat jelas antara manusia dan makhluk lainnya adalah akal pikiran dan perasaan.
Sebagai manusia yang diciptakan oleh tuhan, manusia tentulah mempunyai berbagai macam sifat, salah satunya adalah memiliki rasa sayang dan cinta kasih antar sesama.Cinta kasih yang dimiliki oleh manusia, adalah sebuah hal yang manusiawi yang sudah pasti dimiliki oleh oleh setiap manusia yang ada di dunia. Karena cinta kasih adalah anugerah dari yang maha kuasa untuk setiap manusia.
Bahkan dalam Al-Quran sendiri, perasaan cinta itupun telah dijelaskan seperi pada :
QS Maryam : 96 Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ” jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia.
Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Perasaan suka, sayang maupun cinta antar sesama pastilah ada dalam setiap hati seseorang tanpa terkecuali. Karena perasaan tersebut tak dapat kita lepaskan dalam keseharian kita dalam melakukan aktifitas sehari-hari.
Banyak sekali contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukan adanya rasa cinta kasih antar sesama, antara lain :
Seorang ayah, yang bekerja demi menafkahi keluarganya.
Seorang ibu, yang menjaga anaknya sejak mereka masih dalam kandungan.
Dan seorang anak yang menghormati dan menyayangi kedua orangtuanya .
Lalu apakah kita dapat membayangkan apabila, kita sebagai manusia tidak mempunyai rasa cinta kasih antara satu dengan dan yang lainnya, mungkin dalam keseharian kita akan selalu melihat yang namanya pertengkaran, bahkan kericuhan dalam keseharian kita.
Oleh sebab itu kita harus mensyukuri setiap rasa cinta kasih yang diberikan tuhan kepada kita, makhluknya.
Kamis, 08 Maret 2012
Ilmu Budaya Dasar. Apa, dan Kenapa ?
Ilmu Budaya Dasar. Apa, dan Kenapa ?
Indonesia adalah suatu negara dengan wilayah yang sangat luas, yang terdiri dari berberapa kepulauan. Indonesia juga adalah suatu negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar, beragam suku, agama, ras dan budayapun terdapat di Indonesia.
Kita sebagai manusia adalah makluk yang bersifat sosial, yang saling membutuhkan satu dengan lainnya, oleh karena itu kita tidak dapat membantah bahwa kita akan saling berinteraksi dengan yang lainnya.
Lalu Apa Itu Ilmu Budaya Dasar ?
Ilmu buadaya dasar adalah suatu pengetahuan yang bertujuan untuk memberikan gambaran dasar dalam kehidupan bersosialisasi dan mencermati setiap masalah yang muncul antara manusia dan kebudayaan itu sendiri.
Menurut Prof.Dr.Harsya Bachtiar, ilmu dan pengetahuan itu dikelompokan kedalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah
Ilmu-ilmu alamiah adalah suatu ilmu yang bertujuan untuk mengetahui keteraturan yang terdapat dalam alam semsta ini, dengan mengkasi secara ilmiah dan menganalisisnya agar menemukan suatu hasil dengan pasti.
2. Ilmu-ilmu Sosial
Ilmu-ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bertujuan untuk mengkasi keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia
3. Pengetahuan Budaya
Pengetahuan budaya adalah suatu ilmu yang berujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan yang bersifat manusiawi.
Pengetahuan budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian seni dan filsafat.
Sedangkan Ilmu budaya dasar adalah usaha yang di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar, pengertian umum dan konsep konsep yang dikembangkan guna mengkaji masalah masalah antara manusia dan kebudayaan.
Lalu Kenapa Kita Belajar Tentang Ilmu Budaya Dasar ?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahawa ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang bertujuan untuk memberi pengetahuan, pengertian umum dan konsep yang dikembangkan guna mengkaji masalah antara manusia dengan kebudayaan
Seiring dengan berjalannya waktu, nilai nilai kebudayaan terasa semakin berkurang, dan kita sebagai generasi muda haruslah dapat lebih peka terhadap nilai-nilai kebuayaan yang ada, agar dapat tumbuh rasa persatuan dan mencegah dari perpecahan yang ada.
Langganan:
Postingan (Atom)

